5 Pola Deret Angka yang Paling Sering Muncul
Panduanschedule6 menit bacacalendar_today9 Jun 2026

5 Pola Deret Angka yang Paling Sering Muncul

"Dari deret aritmetika hingga pola Fibonacci — kenali strukturnya agar cepat menebak angka berikutnya."

Deret angka adalah salah satu jenis soal yang sering muncul dalam tes kemampuan dasar, psikotes, maupun latihan logika numerik. Soal ini menguji kemampuan seseorang dalam menemukan pola, bukan sekadar kemampuan berhitung.

Agar lebih mudah mengerjakan deret angka, kamu perlu mengenali beberapa pola yang paling sering digunakan. Dengan memahami pola dasarnya, kamu bisa lebih cepat menebak angka berikutnya secara logis.

1. Pola aritmetika:

Pola aritmetika adalah pola yang memiliki selisih tetap antar angka. Contoh: 2, 4, 6, 8, 10, ... Setiap angka bertambah 2. Maka angka berikutnya adalah 12. Contoh lain: 20, 17, 14, 11, ... Setiap angka berkurang 3. Maka angka berikutnya adalah 8. Pola ini adalah yang paling dasar dan paling sering muncul.

2. Pola perkalian:

Pada pola ini, setiap angka dikalikan dengan angka tertentu. Contoh: 3, 6, 12, 24, ... Setiap angka dikalikan 2. Maka angka berikutnya adalah 48. Contoh lain: 5, 15, 45, 135, ... Setiap angka dikalikan 3. Maka angka berikutnya adalah 405. Jika selisih antar angka terlihat semakin besar, kemungkinan besar pola yang digunakan adalah perkalian.

3. Pola campuran tambah dan kurang:

Beberapa deret menggunakan pola bergantian, misalnya tambah lalu kurang. Contoh: 10, 15, 12, 17, 14, ... Polanya adalah +5, -3, +5, -3. Maka angka berikutnya adalah 19. Soal seperti ini membutuhkan ketelitian karena polanya tidak selalu bergerak satu arah.

4. Pola kuadrat:

Pola kuadrat menggunakan angka hasil pangkat dua. Contoh: 1, 4, 9, 16, 25, ... Deret tersebut berasal dari: 1², 2², 3², 4², 5². Maka angka berikutnya adalah 36 karena 6² = 36. Pola ini sering muncul dalam soal yang menguji kepekaan terhadap bentuk angka khusus.

5. Pola Fibonacci:

Pola Fibonacci adalah pola ketika angka berikutnya diperoleh dari penjumlahan dua angka sebelumnya. Contoh: 1, 1, 2, 3, 5, 8, ... Angka berikutnya adalah 13 karena 5 + 8 = 13. Contoh lain: 2, 3, 5, 8, 13, ... Angka berikutnya adalah 21. Pola ini cukup sering digunakan karena terlihat sederhana, tetapi membutuhkan perhatian terhadap hubungan antar angka.

Penutup:

Untuk menguasai soal deret angka, jangan langsung menebak. Perhatikan dulu apakah polanya berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, campuran, kuadrat, atau Fibonacci. Semakin sering kamu berlatih mengenali pola, semakin cepat otakmu menemukan struktur angka yang tersembunyi.

Bagikan:
Ditulis oleh FH Syadiyah

Artikel Terkait